ENJOY JAKARTA

 

4. JAKARTA BARAT

– MALL CIPUTRA

Mal Ciputra (dahulu bernama Citraland Mall) adalah sebuahpusat perbelanjaan di Grogol, Jakarta barat, Indonesia. Mal ini berdiri pada tanggal 26 Februari 1993. Mal ini memiliki Hotel Ciputra di atas bangunannya dan dimiliki oleh GrupCiputra sebagai anak usaha dari PT. Ciputra Property, Tbk.

Mal dan Hotel Ciputra terletak pada persimpangan jalur transportasi di Jakarta Barat, dan di sisi jalan tol dalam kota yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dengan pusat bisnis Jakarta. Letak mal dekat dengan tiga perguruan tinggi terkenal: Univ. Trisakti, Univ Tarumanegara dan Univ Krida Wacana.

Mal Ciputra Jakarta adalah pusat perbelanjaan ritel mixed use dan hiburan yang memiliki enam lantai dengan luas kotor 76.017 m2 dan luas bersih yang dapat disewakan 43.115 m2, tidak termasuk area parkir.

Mal Ciputra memiliki koridor tunggal dengan desain dumbell yang memudahkan pengunjung untuk berjalan berkeliling di setiap lantainya. Mal Ciputra Jakarta memiliki jumlah pengunjung rata-rata pertahunnya 12 juta orang.

Beberapa penyewa utamanya adalah Matahri Dept. Store, Toko buku Garmedia , Toko Gunung Agung, 21 Cineplex, Hero Supermarket, Gold`s Gym, McDonal`s, Starbucks, Pizza Hut, KFC.

Mal Ciputra Jakarta sering mendapatkan penghargaan secara Nasional (MURI) maupun Internasional (ICSC) dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 tahun 2004.

– MALL PURI INDAH

Mall puri indah adalah mall yang terletak di daerah Puri indah jakarta barat. Jika anda berbelanja di mall ini anda akn dapat menemukan sesuatu sensasi berbelanja yang berbeda

 

– MALL TAMAN ANGGREK

Mall Taman Anggrek adalh sebuah mall yang terletak di Jakarta Barat. Mall ini merupakan salah satu mall yang terbesar di Jakarta dan saat pertama kali di buka yaitu pada tahun 1996 mall taman anggrek menjadi mall terbesar didaerah Asia Tenggara.

JAKARTA SELATAN

– PACIFIC PALACE

Pacific Place Jakarta adalah sebuah mal perbelanjaan yang terletak di Sudirman Central Business District, Jakarta selatan, Indonesia. Bangunan ini terbagi menjadi 3 bagian berbeda: mal Pacific Place bertingkat enam, pusat perkantoran One Pacific Place, dan tiga menara hotel The Ritz-Carlton Pacific Place. Semuanya dibangun pada 2005 dalam sebuah proyek senilai US$250 juta, tetapi dengan desain yang diubah. Mal dibuka bulan November 2007.

– PLAZA SEMANGGI

Plaza Semanggi atau The Plaza Semanggi adalah salah salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Plaza Semanggi juga mencakup Balai Sarbini dan Gedung Veteran RI. Banyak orang yang menyebutnya dengan Pelangi.

Beberapa tempat yang ada di Plaza Semanggi adalah: Bread Talk, Centro, Starbucks, Planet Surf, dan lainnya.

H. WISATA BUDAYA

1. TARI  RONGGENG

Tari Tradisional Ronggeng Blantek berasal dari Jakarta (adat Betawi). Tarian ini mengandung unsur feminim yang lembut sekaligus maskulin yang dilambangkan dengan gerakan silat. Biasanya ditampilkan untuk acara penyambutan atau pesta-pesta masyarakat Betawi.

2. TARI JAIPONG BETAWI

Tari jaipong Betawi  adalah tarian tradisional khas daerah jakarta yang biasa ditarikan oleh suku Betawi yaitu suku yang mendiami wilayah jakarta. Tarian ini diiringi oleh alat musik tradisional betawi yang khas.

3. ONDEL ONDEL

Ondel-ondel adalah pertunjukan rakyat yang sudah berabad-abad terdapat di Jakarta dan sekitarnya, yang dewasa ini menjadi wilayah Betawi. Walaupun pertunjukan rakyat semacam itu terdapat pula di beberapa tempat lain seperti di Priangan dikenal dengan sebutan Badawang, di Cirebon disebut Barongan Buncis dan di Bali disebut Barong Landung, tetapi ondel-ondel memiliki karakteristik yang khas. Ondel-ondel tergolong salah satu bentuk teater tanpa tutur, karena pada mulanya dijadikan personifikasi leluhur atau nenek moyang, pelindung keselamatan kampung dan seisinya. Dengan demikian dapat dianggap sebagai pembawa lakon atau cerita, sebagaimana halnya dengan “bekakak” dalam upacara “potong bekakak” digunung gamping disebelah selatan kota Yogyakarta, yang diselenggarakan pada bulan sapar setiap tahun.

Ondel-ondel berbentuk boneka besar dengan rangka anyaman bambu dengan ukuran kurang lebih 2,5M, tingginya dan garis tengahnya kurang dari 80 cm. Dibuat demikian rupa agar pemikulnya yang berada didalamnya dapat bergerak agak leluasa. Rambutnya dibuat dari ijuk,”duk” kata orang Betawi. Mukanya berbentuk topeng atau kedok, dengan mata bundar (bulat) melotot.

Ondel-ondel yang menggambarkan laki-laki mukanya bercat merah, yang menggambarkan perempuan bermuka putih atau kuning. Ondel-ondel biasanya digunakan untuk memeriahkan arak-arakan, seperti mengarak pengantin sunat dan sebagainya. Lazimnya dibawa sepasang saja, laki dan perempuan. Tetapi dewasa ini tergantung dari permintaan yang empunya hajat. Bahkan dalam perayaan-perayaan umum seperti ulang tahun hari jadi kota Jakarta, biasa pula dibawa beberapa pasang, sehingga merupakan arak-arakan tersendiri yang cukup meriah.

Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu, tergantung masing-masing rombongan. Ada yang diiringi Tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Gejen, kampung Setu. Ada yang diiringi gendang pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh (alm), sekarang pimpinan Yasin, dari Rawasari. Adapula yang diiringi Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana Ketimpring, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Lamoh, kalideres

Disamping untuk memeriahkan arak-arakan pada masa yang lalu biasa pula mengadakan pertunjukan keliling, “Ngamen”. Terutama pada perayaan-perayaan Tahun Baru, baik masehi maupun Imlek. Sasaran pada perayaan Tahun Baru Masehi daerah Menteng, yang banyak dihuni orang-orang Kristen.Pendukung utama kesenian ondel-ondel petani yang termasuk “abangan”, khususnya yang terdapat di daerah pinggiran kota Jakarta dan sekitarnya.

Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib, baik waktu membentuk kedoknya demikian pula pada waktu menganyam badannya dengan bahan bambu. Sebelum pekerjaan dimulai, biasanya disediakan sesajen yang antara lain berisi bubur merah putih, rujak-rujakan tujuh rupa, bunga-bungaan tujuh macam dan sebagainya, disamping sudah pasti di bakari kemenyan. Demikian pula ondel-ondel yang sudah jadi, biasa pula disediakan sesajen dan dibakari kemenyan, disertai mantera-mantera ditujukan kepada roh halus yang dianggap menunggui ondel-ondel tersebut. Sebelum dikeluarkan dari tempat penyimpanan, bila akan berangkat main, senantias diadakan sesajen. Pembakaran kemenyan dilakukan oleh pimpinan rombongan, atau salah seorang yang dituakan. Menurut istilah setempat upacara demikian disebut “Ukup” atau “ngukup”.

4. LENONG

Lenong adalah seni pertunjukan teater tradisional masyarakat Betawi. Lenong berasal dari nama salah seorang Saudagar China yang bernama Lien Ong, konon, dahulu Lien Ong lah yang sering memanggil dan menggelar pertunjukan teater yang kini disebut Lenong untuk menghibur masyarakat dan khususnya dirinya beserta keluarganya. (folklore)

Pada zaman dahulu (penjajahan), lenong biasa dimainkan oleh masyarakat sebagai bentuk apresiasi penentangan terhadap tirani penjajah.

Lenong pada hakikatnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu ; Lenong Preman dan Lenong Denes.

Lenong Preman : yaitu pertunjukan teater yang berisi cerita rakyat/kehidupan rakyat pribumi dalam menentang penjajahan, dengan mengedepankan tokoh utama ‘Jago’ yang kerap berkarakter tegas dan keras. Atraksi persilatan menjadi andalan pertunjukan. gaya bahasa yang digunakan pun cenderung kasar, seperti ‘elu-gue, bangs*t, dll’. Lenong Preman diasumsikan cerita berdasarkan sudut pandang masyarakat menengah ke-bawah zaman dahulu. ditampilkan di tempat biasa masyarakat berkumpul, seperti pasar. Panggung pertunjukan berupa ‘panggung arena’, yang hanya beralaskan rumput/tikar, dengan penerangan obor/lampu minyak dan dikelilingi oleh penonton yang duduk berkumpul menyerupai tapal kuda. contoh Lenong Preman : Cerita Si Pitung, Abang Jampang, Wak Item, dll.

Lenong Denes (dinas) : yaitu pertunjukan teater yang berisi cerita mengenai dinamika pemerintahan yang saat itu dipegang oleh penjajah. namun demikian, cerita yang diusung tetap mengenai sisi perlawanan masyarakat terjajah. Gaya bahasa yang digunakan cenderung halus, seperti saya-anda, tuan, dsb. Lenong denes diasumsikan berdasarkan sudut pandang golongan menengah atas. Panggung pertunjukan : karena Lenong Denes biasa digelar di suatu tempat pemerintahan, maka cenderung lebih eksklusif dibanding lenong preman, yaitu menggunakan panggung dan kelengkapan pertunjukan saat itu.

5. TANJIDOR

Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yang digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik tiup, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat, sementara di Kalimantan Selatan sudah punah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s